Categories

Archives

Cicak dan Laba-Laba

Cicak dan Laba-Laba?

kenapa saya beri judul itu? kenapa bukan Cicak dan Buaya saja? Hehehe, ini bukan urusan politik

ide artikel ini saya dapatkan ketika saya tidak sengaja membaca buku teman satu kelas saya di kampus .

buku tersebut menceritakan bagaimana cara belajar dari Cicak dan Laba-Laba .

tertarik?

pada awalnya ketika saya membaca buku tersebut, saya agak malas, karena buku yang saya baca adalah buku tentang bisnis MLM gitu . tetapi, mumpung iseng, saya baca ajah deh . ternyata, saya mendapatkan banyak pelajaran dari buku tersebut . buku tersebut menggambarkan bagaimana Cicak dan Laba-Laba mencari makan setiap harinya .

tentu ini membuat saya penasaran dan tertarik untuk membaca nya lagi .

Cicak

Cicak diberi kemampuan oleh Tuhan untuk bisa menempel di dinding, tetapi untuk bisa mencari makan, jangkauan Cicak terbatas, yaitu paling hanya sebesar setengah dari badannya . maksudnya, ketika Cicak menemukan mangsanya, Cicak harus berfikir terlebih dahulu untuk bisa memakan mangsanya, jika salah, maka Cicak itu harus mencari mangsa yang lainnya .

Cicak pun harus setiap hari mencari makan, artinya dia tidak diberi kebebasan waktu, seumur hidupnya dia hanya mencari makan . tentu jika kita sebagai manusia, jika menjadi Cicak, sudah jelas kegiatan kita setiap hari cuma mencari makan, mencari makan, dan mencari makan .

Cicak ketika meninggal tidak meninggalkan warisan apapun kepada anak-anaknya . mati ya mati ajah, anaknya dibiarkan untuk mencari makan sendiri

itulah Cicak, lalu bagaimana dengan Laba-Laba?

Laba-Laba

Laba-Laba diberi kemampuan oleh Tuhan untuk bisa mengeluarkan jaring, membuat rumahnya sendiri, untuk tidur, dan untuk tempat tinggalnya . otomatis tidak seperti Cicak, yang hidupnya tidak mempunyai plan yang jelas, dan tidak tahu harus tinggal dimana .

Laba-Laba adalah binatang yang mempunyai kebebasan waktu, artinya, untuk mencari makan, Laba-Laba tidak harus pergi untuk mencari makan . yang perluLaba-Laba lakukan adalah membuat jaring sebanyak banyaknya, dan tinggal menunggu mangsanya datang dan terkena perangkap yang telah dibuatnya . jadi Laba-Laba bisa santai santai .

ketika Laba-Laba meninggal, Laba-Laba meninggalkan sebuah sarang untuk anak anaknya . ketika anak-anaknya lahir, otomatis, banyak sekali makanan untuk anaknya hidup, jadi anaknya tidak perlu mencari makan lagi untuk menjadi dewasa .

apa yang bisa di petik dari 2 jenis binatang di atas?

untuk menjadi seorang pebisnis internet, kita jangan mau bekerja sepanjang hari mencari uang, lalu uangnya habis begitu saja untuk keperluan sehari hari . kalau hasilnya memang memuaskan dan banyak sih tidak masalah, tapi kalau pengorbanan yang kita lakukan akan mendapatkan hasil yang sedikit? sungguh ironis sekali hidupnya .

jika mindset kita seperti itu, maka bisa dipastikan bisnis yang Anda jalani akan percuma, artinya diam di tempat itu saja . tidak ada perkembangan . tiru lah gaya hidup Laba-Laba, pemain bisnis yang pintar, tidak seperti Cicak . maksudnya, kita di sini harus mempunyai teknik khusus agar bisnis yang kita jalani tidak 100% kita yang kelola sepanjang hari . kita harus membuat otomatisasi bisnis . kita harus membuat jaring yang nantinya bisa mendatangkan pembeli tanpa harus repot repot mencari pembeli .

so, mulai sekarang, ubahlah pandangan bisnis Anda seperti Laba-Laba

semoga Anda bisa paham ya apa yang saya maksud :)

ada yang ingin menambahkan?

Incoming search terms for the article:

Share

Related posts:

  1. Apa sih bisnis online kesayangan Anda?
  2. 4 Bisnis Online yang tidak pernah mati
  3. Traffic atau Pagerank?
  4. betapa baiknya mereka
  5. Terselamatkan!

52 comments to Cicak dan Laba-Laba

Leave a Reply

 

 

 

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv Enabled
:ngintip: :santa: :kusut: :binar: :hawaii: :study: :flu: :flute: :ehm: :csenam: :weq: :loveu: :cshy: :tuong: :gaktahan: :love: :mutung: :maling: :tarzan: :lega: :fiktor: :hulahula: :clove: :ctp: :bungkam: :cmiaw: :sokkeren: :santacry: :jahat: :aw: :shot: :cmmuuaahh: :cbinar: :poff: :apology: :yoyo: :lala: :sleepy: :ngece: :supercry: :gentayangan: :mupeng: :lari: :larii: :csebar: :sing: :bergadang: :jadimalu: :cno: :banguntidur: :chuss: :remeh: :kaku: :cling: :cintabuta: :gatel: :chii: :tuktuk: :yes: :witch: :muntah: :paparazi: :semprot: :wuiiz: :jewerpipi: :hehehe: :gasabar: :suram: :diving: :ngambek: :kaget: :jengkel: :angel: :benjol: :bingung: :ukur: :gapercaya: :gosokgigi: :maksa: :nunggu: :awaslo: :kedip2: :inocent: :hangout: :cfullove: :intip: :sip: :berjuang: :gajelas: :makanjagung: :legah: :lelap: :endap: :menyerah: :cmuter: :pusing: :bonjrot: :nahan: :ganahan: :goreng: :maengame: :nangisin: :wawawa: :cyou: :berapiapi: :mohon: :ngupil: :cminum: :hantuu: :cilukba: :frozen: :drakula: :bigboss: :mandi: :luvya: :barongsai: :bye: :sedih: :kiss: :tepuk: :siul: :conan: :csukaria: :garuk2: :puter: :cngamuk: :meler: :yayay: :capaya: :wkwkwk: